Skip to main content

CERPEN YANG MENGANDUNG UNSUR 5W+1H



Mawar Dari Rian
Sedih rasanya kali ini, sahabatku dari kecil sedang terbaring lemah di rumah sakit. Aku sekarang sedang menunggunya di tepi tempat tidurnya, ruangan mawar nomor satu, tepatnya di sana. Air mataku tidak dapat dibendung ketika melihatnya tertidur diatas ranjang putih dengan banyak kabel dan selang yang melilit tubuhnya, mulutnya yang manis tetap rapat dan matanya yang indah hanya bisa terpejam, sesekali ia mengeluarkan air mata.
Tidak sanggup rasanya menyiksa tubuh ini mengingat kembali kejadian tentang kecelakaan yang menimpa Rian, teman kecilku itu. Aku hanya bisa mendoakannya agar lekas sembuh dan bisa menemaniku lagi, akhirnya aku putuskan untuk pulang ke rumah dan tidur, lelah badan ini setelah pulang sekolah, dilanjut latihan rutin paskibra dan menemui Rian. Aku tidak mau sakit dan menambah kesedihan Rian ketika tahu aku sakit walau dia sebenarnya tidak akan tahu itu.
Mungkin aku memang terlalu lelah hari ini, dicampur juga dengan kesedihan yang ada hingga tidurku dihiasi sebuah mimpi, aku sangat ingat mimpiku itu, aku berada di sebuah taman yang banyak bunga mawarnya, bunga yang sangat aku sukai, namun di mimpi itu aku rasanya ingin menangis ketika melihat bunga cantik itu.
“Lisa…”, suara itu memanggilku dari kejauhan, terdengar dari nada suaranya yang terdengar jauh, rasanya aku sangat familiar dengan suara ini, suara anak manis yang setia dengan sahabatnya, Rian. Aku menoleh ke belakang, ke samping Kanan dan kiri namun tak ku lihat Rian disana, aku beranjak dari peraduanku dan berputar mengelilingi sekeliling taman hingga aku pusing dan terjatuh. Aku jatuh di aspal jalanan yang ramai mobil, aku bingung dan cemas, dan panggilan dari Rian itu terus berdengung dimana aku berada, aku bangkit hingga akhirnya ada mobil yang melaju kencang, aku terjatuh lagi karena terdorong Rian, dan Brakkk!!!, aku tidak berani lagi melihat jalanan dan asal suara itu dari mana, karena aku sudah menebak apa yang akan terjadi. Aku pun akhirnya sadar dari tidur dan mimpi burukku itu karena suara telepon yang berdering keras dan lama.
“hallo, siapa?”, tanyaku mengawali percakapan.
“Lisa, ini tante, kamu cepat kesini, kami butuh kamu…”, sahutan kecemasan itu terdenngar jelas dari nadanya berbicara.
Aku segera berganti pakaian dan menuju rumah sakit lagi, di depan gerbang ada mobil ambulan hitam, dugaanku mobil ini siap mengantar jenazah, dan dugaanku benar ketika lorong depan rumah sakit tibia-tiba ramai diikuti dengan suara dorongan yang membawa mayat yang ditutupi kain putih, dan ketika mayat itu lewat dihadapanku, kain putih yang menutupinya terbawa angin dan memperlihatkan bagian kepalanya, sontak aku terpejam dan agak sedikit gemetar karena takut sampai akhirnya aku mulai berlari kecil menjauhinya.
Sebelum sampai di ruangan tempat Rian dirawat, ibu Rian yang akrab aku panggil tante berlari dan seketika memelukku dengan derai airmata dari pelupuk matanya.
“ada apa, tante?, cerita aja…”, ucapku sambil mengelus punggungnya yang dingin.
“tante gak mau cerita, tante cuma mau nitip satu sama kamu, kalo Rian ada salah, maafin ya”, jawab tante seraya melepaskan pelukannya.
Ucapan itu membuat batinku tersentak, aku sudah bisa menduga apa yang terjadi, apa mungkin mimpiku tentang bunga mawar itu pertanda?, air mataku sudah tidak bisa kurasakan lagi, kerudungku sampai basah karna menyerap air mata yang jatuh dari pipiku, orang yang lewat didekatku sampai menatapku dalam.
“maaf Rian udah ninggalin kamu, tadi Rian sempet sadar sekitar 45 menit, kita kaget litanya terus dia nyari kamu katanya mau ngomong tapi gak sempet, dan akhirnya dia nulis ini buat kamu dan dia terakhir bilang “titipin ini buat si kurus, saya mau tidur” dan dia bener-bener tidur, makasih udah mau jadi temennya Rian”, senyuman tante seakan menutupi kejadian yang terjadi, ia memberikan kertas putih dengan tulisan jelek didalamnya dan aku hanya menyimpannya di tas kecilku.
“Rian dimana, tante?”.
“dia udah dibawa tadi make mobil jenazah, sengaja buru-buru tante suruh bawa pulang, kasian jasad Rian”.
Jadi, mayat yang lewat dengan tertutup kain putih tadi itu Rian? Mayat yang menunjukkan wajahnya untukku tapi aku ketakutan itu Rian? Si alis tebal yang suka makan? Si jahil yang tidak habis ide mengerjai teman-temannya? Anak periang dan humoris itu? Sahabatku itu? Dan tadi berarti adalah orang yang menyelamatkanku dari kecelakaan minggu lalu? Dia mengorbankan nyawanya untukku?.
Aku berlari kencang sampai depan gerbang dan mobil jenazah itu sudah pergi, aku terus berlari mengejar mobil hitam bersirine yang melaju dengan kencangnya, aku tidak mempedulikan banyaknya mobil dijalanan ini hingga aku tertabrak, banyak orang berkerumunan disekelilingku hingga semuanya menjadi hitam.
Dan ketika aku bangun, aku memakai baju serba putih, disampingku ada Rian yang membawa mawar dan surat yang tadi tante berikan padaku, dia senyum dan memberikan bunga mawar kesukaanku itu beserta suratnya.
--- Lis, kalo saya udah pergi gausah nyesel, udah takdir. Titip mamah dan jangan lupain saya, sahabat kmu, Rian.—
 Setelah aku membacanya Rian pergi menjauh disertai cahaya putih yang menyilaukanku, dan kekita aku benar-benar sadar, surat dari Rian hilang dari tas kecilku, di tasku hanya ada mawar merah cantik, aku ternyata dibawa ke klinik oleh tante ketika aku tertabrak, rasa sedihku sangat memuncak kali ini, sore harinya aku mengunjungi makam Rian dan aku berjanji akan terus mengingat dan mengunjunginya.

Comments

Popular posts from this blog

CERPEN

Kenangan Termanis di Jogjakarta Pukul 07.00, aku membuka pintu kaca sederhana sebuah bangunan, masuk dan menempelkan tanda ‘buka’ pada pintunya, aku meletakkan tas ku diatas meja ruanganku, membuka komputer untuk melanjutkan menulis naskah sebuah film yang akan ku rilis sembari menunggu pasien baru yang datang hari ini. Setelah 30 menit aku membuka praktekku, pintu mulai terbuka dengan nada bel yang nyaring, seorang wanita muda masuk dengan aroma minyak wangi bunga mawar yang khas, aku sudah bisa menebaknya, dia pasti Sandra. Seorang majikan kucing angora putih langgananku, dia baik, ramah, cantik dan suka berbagi. Sama seperti biasanya, kali ini ia juga membawa kucing angoranya, Kitty. “hy, Sandra… kitty” “Dok, tolong dong… ini Kitty udah hampir seminggu lesu terus, bulu dikepalanya juga mulai rontok, saya khawatir nanti kepala Kitty botak, hehehe” Ini kegiatan rutinku sekarang, menjadi dokter hewan sekaligus sutradara untuk beberapa film yang saya sadur dari novel lari...

ASKING AND GIVING DIRECTION

Asking and giving direction adalah salah satu materi bahasa inggris yang bertujuan untuk saling memberi petunjuk . Artinya ada pihak yang bertanya dan ada yang memberikan penjelasan/respon dari pertanyaan tersebut. Asking direction biasanya digunakan untuk menanyakan alamat atau bagaimana melakukan suatu hal. Sedangkan giving direction adalah memberikan jawaban atau respon atas pertanyaan atau memerintahkan si penanya untuk melakukan suatu hal yang dia inginkan. Beberapa kata yang bisa diucapkan saat asking&giving direction adalah sebagai berikut:  A.Asking Direction : - How to get ... - do u know ... - do u know about .. - do u know how to get ... - excuse me. Do u know this ... Etc.  CONTOH ASKING DIRECTION: -How to get the soeta airport? ( bagaimana untuk sampai ke bandara soeta? ) -do you know how to get the headmaster office? ( tahukah kamu jalan menuju kantor kepala sekolah? ) B.Giving Direction -you can... -i know... -you just have to... ...